Postingan

Menampilkan postingan dengan label Essay Kontemporer

Krisis Ukraina dan Kebohongan Internasional

Achmad Munjid, Wakil Ketua Jaringan Internasional PBNU Kebenaran, kata Michel Foucault (2002), adalah kekeliruan tak terbantah yang telah mengeras lewat proses sejarah. Dalam politik, juga politik internasional, kebenaran, kekeliruan dan kebohongan kerap sulit dibedakan. Krisis Ukraina sekarang adalah buah serangkaian kekeliruan dan kebohongan para pemimpin dunia. Indonesia harus bersikap strategis. Kebohongan NATO Menurut John Mearsheimer, profesor ilmu politik Universitas Chicago pengarang buku Why Leaders Lie, the Truth about Lying in International Politics (2011), kebohongan adalah bagian dari politik antar-negara. Ada kebohongan selfish, dilakukan demi keuntungan personal. Ada kebohongan strategis, dilakukan atas nama kepentingan suatu bangsa. Kebohongan strategis juga bermacam-macam. Yang pertama adalah kebohongan literal, pernyataan yang bertentangan dengan fakta. Contoh, pada 1990, ketika Perang Dingin nyaris berakhir, di bawah kendali AS, Barat berjanji kepada Mikhail Gorbache

Rukyat Global

Oleh: Muh. Nursalim   Jargon dunia abad 21 itu borderless. Yaitu era dimana satu negara dengan negara lain tidak ada batasan. Globalisasi berpengaruh pada hampir semua aspek kehidupan masyarakat.  Fashion, budaya pop, kuliner bahkan aliran agama menyeberang melintas benua tanpa hambatan. Dan yang paling  anyar adalah covid-19. Penyakit ini dengan cepat menyebar ke seluruh negara yang ada di dunia tanpa kecuali.   Dalam banyak hal negara terasa tidak penting, barang-barang itu melakukan penetrasi ke suatu wilayah tanpa paspor dan visa seperti  burung-burung yang migrasi dari Antartika menuju Selandia Baru. Bila waktunya migrasi tiba mereka terbang begitu saja tanpa peduli itu negaranya siapa.   Perintah Nabi tentang melihat hilal juga tidak ada klausul adanya penguasa dan  suku bangsa tertentu. Juga tidak menyebut wilayah mana kemunculannya diikuti dan wilayah mana kemunculannya tidak boleh diikuti. Hadisnya sangat umum dan jelas. “Puasalah kalian ketika melihat hilal dan berbukalah kal

Kemunafikan dan Prostitusi Akademik Oleh Zuly Qodir

Tuntutan atas karya publikasi dan riset yang dialamatkan pada para pendidik-akademisi di negeri ini ternyata berdampak negatif. Para akademisi kemudian mengubah dirinya menjadi “pemburu gelar” dan publikasi dengan berbagai cara yang menempatkan dirinya menjadi seorang munafik dan penjual diri. Fenomena perlombaan menerbitkan artikel pada jurnal-jurnal ternama bereputasi internasional, sekarang benar-benar menjadi pertarungan yang dilakukan para pendidik di perguruan tinggi, baik negeri maupun swasta. Bahkan, di perguruan tinggi swasta, aroma persaingan untuk mampu menerbitkan artikel di jurnal internasional bereputasi benar-benar menjadi “kredo suci” para pimpinan perguruan tinggi, demi mendapatkan pengakuan dari negara dan berbagai lembaga pemberi sertifikat bergengsi dalam bidang akademik. Perguruan tinggi swasta tak akan dilirik publik jika tidak nangkring pada ranking 10 besar perguruan tinggi swasta. Syukur-syukur mampu menyalip ranking perguruan tinggi negeri. Hal ini akan menjad

FREE DOWNLOAD FOTO GUS SABUT DAN GUS FERRY (HIGH RESOLUTION)

Gambar
 

Nomophobia | Achmad Munjid

Nomophobia Achmad Munjid Nomophobia adalah temannya FOMO (fear of missing out), alias takut kudet yang pernah kutulis beberapa waktu lalu. Nomophobia adalah kosa kota baru dalam bahasa Inggris yang mulai dikenal sekitar 2008. Ia berarti rasa cemas bahkan ketakutan yang berlebihan akibat tidak adanya atau terhambatnya akses terhadap HP. Sedang konsekuensi dari FOMO dan nomophobia disebut "phubbing" (phone-snubbing), yaitu tindakan sebentar-sebentar mengecek HP hingga mengabaikan lawab bicara, orang-orang lain atau lingkungan sekitar. Sebagai eskapisme, banyak orang melakukan phubbing, misalnya untuk menghindari interaksi yang tidak perlu dengan orang lain atau rasa tidak nyaman di tempat yang asing seperti ketika ada dalam kendaraan umum atau tempat yang tak dikenal. Dalam banyak situasi, mengabaikan lingkungan dan orang lain yang ada di sekitar kini kian menjadi eskapisme yang dianggap "normal". Jangan lupa, banyak orang jadi sasaran tindakan kriminal juga akibat &q

MAKSUD “KEUTAMAAN AL-`ALIM DI ATAS AL-`ABID”

Ngaji Suluk II (5) “Fadhlul Alim `alal Abid kafadhli `ala ummati/Keutamaan al-`Alim di atas al-`Abid sebagaimana keutamaanku atas umatku” (Nabi Muhammad). Seorang pesuluk di jalan Allah, ada yang menjadi al-Alim dan al-Abid (di samping ada dalam kategori yang lain lagi). Dan, kutipan di atas adalah sabda Nabi Muhammad berkaitan dengan al-Alim dan al-Abid, yang terdapat dalam ensiklopedi hadits tebal berjudul Jam’ul Jawami susunan Imam Jalaluddin as-Suyuthi (No. 15923, jilid V: 823), melalui jalan sahabat Abu Darda’.  Dalam  catatan kakinya disebutkan sebagai hadits yang diriwayatkan Imam ath-Thabrani dan dikomentari dalam catatan kaki itu: “As-Suyuthi menyebutnya berderajat hasan dan diakui oleh al-Munawi yang menyebut “Imam Thabrani telah meriwayatkannya dan isnadnya adalah hasan”. Hadits yang semakna ini diriwayatkan melalui jalan sahabat Anas dengan redaksi: “Fadhlul Alim `alal Abid kafadhlin Nabi `ala ummatihi” (disebut dalam Tarikhu Baghdad, susunan al-Khathib al-Baghdadi,