MANUSIA ITU BUKAN KELEDAI

Saudaraku, hanya keledai yang jatuh dua kali di tempat yang sama.
Manusia itu bukan keledai, tidak boleh jatuh dua kali.

Manusia punya akal pikiran.
Harus bisa merenung, berfikir, dan mengambil pelajaran.
Kalau pernah jatuh pada suatu tempat, pada suatu masalah.
Dia harus lebih hati-hati, agar tidak jatuh yang kedua kali.
Binatang tidak punya pikiran, keledai tidak punya akal.
Mereka tidak bisa merenung, apalagi mengambil pelajaran.
Kalau mereka jatuh berkali-kali pada tempat yang sama, itu wajar.
Namanya juga binatang, namanya juga keledai.

Kalau menyakiti orang tua, hidupnya jadi sial.
Kok, masih menyakiti orang tua terus, itu namanya keledai.
Kalau nonton sepak bola, malamnya tidak bisa tahajud.
Kok, nonton sepak bola terus, itu namanya keledai.

Kalau punya hutang, hidupnya tidak nyaman.
Kok, masih mencari hutang terus, itu namanya keledai.
Kalau selingkuh, rezekinya mampet-pet.
Kok, berani selingkuh terus, itu namanya keledai.

Renungan:
Ada orang miskin, yang hidup menderita. Dia kerja keras, banyak ibadah, banyak amal, dan banyak doa. Akhirnya dia bisa sukses jadi pengusaha yang kaya raya. Setelah kaya, dia lupa diri, dan larut pada harta kekayaannya. Dia banyak hura-hura, suka maksiat, dan berbuat dosa. Dia lupa ibadah, lupa amal, lupa akherat, dan lupa tuhannya. Akhirnya dia bangkrut, dan jatuh miskin. Dia harus kerja keras lagi, ibadah lagi, amal lagi, dan doa lagi. Dan akhirnya berjaya lagi, dan sukses yang kedua kali.
Kalau berani berbuat dosa dan maksiat lagi. Dia itu benar benar keledai, tidak bisa mengambil pelajaran...

Postingan populer dari blog ini

PENCAPAIAN PRIBADI DAN PENCAPAIAN SOSIAL

BANGGA PUNYA TUHAN ALLOH

JADILAH PRIBADI YANG MENYENANGKAN

ALLOH ITU MAHA BAIK DAN SANGAT BAIK

Tirakat Mengamalkan Yasin-Fadhilah

MAKSUD “KEUTAMAAN AL-`ALIM DI ATAS AL-`ABID”

MINTA SAJA PADA PEMILIKNYA