KENAL DUNIA, MAKA AKAN JUHUD



Saudaraku, bila kau mengenal dunia, maka kau akan hidup juhud.
Kau akan menjaga jarak dengan dunia, dan hidup sederhana.

Dunia ini melelahkan.
Makin banyak harta, makin lelah mengurusnya.
Bukankah mengurus 7 mobil, lebih merepotkan daripada 1 mobil.
Dunia ini merisaukan.
Makin banyak yang dimiliki, makin merisaukan hati.
Harus merawat, menjaganya, jangan sampai hilang.
Dunia ini menyusahkan.
Makin banyak yang menyenangkan, akan makin menyusahkan.
Harus dijaga jangan sampai diganggu dan direbut orang.
Dunia ini amanah.
Makin banyak yang diterima, harus makin banyak yang disalurkan.
Bila banyak menerima, tapi sedikit menyalurkan, akan bahaya.
Bila banyak makan, sedikit buang air, perut akan pecah.
Dunia ini ujian.
Harus berusaha, makin banyak nikmat, dengan Alloh makin dekat.
Harus berusaha, makin banyak hartanya, makin mulia akhlaknya.
Tidak boleh menyalahgunakan nikmat untuk maksiat.
Tidak boleh larut, terlena, sampai lupa ibadah, dan lupa tuhannya.
Tidak boleh menghalangi hati dan pikiran dari mengingat Alloh.
 
Renungan:
Andai kemewahan dunia itu baik bagi hamba. Tentu Alloh sudah limpahkan harta pada para nabi dan rosul-Nya, pada para kekasih-Nya. Bila Alloh memberikan harta pada para kekasih-Nya, tentu Alloh sudah memberi kekuatan padanya. Sehingga mereka bisa mengedalikannya, dan tidak terpedaya oleh dunia. Hidup yang paling nyaman adalah hidup juhud atau sederhana. Makan dan minum sederhana. Pakaian dan kendaraan sederhana. Rumah dan semuanya sederhana. Walau semua serba berlimpah tapi mengambil secukupnya. Seperti kehidupan Sulaiman as....

Postingan populer dari blog ini

Tirakat Mengamalkan Yasin-Fadhilah

MAKSUD “KEUTAMAAN AL-`ALIM DI ATAS AL-`ABID”

MESTINYA KASIH SAYANG

BILA ALLOH MENCINTAI SEORANG HAMBA

SUDAH JELAS ATURANNYA

PASIR BERJAMAAH DENGAN BERAS

TITIK LEMAH ...

SEMUANYA NIKMAT