JAGUNG BERJAMAAH DENGAN KERIKIL

Saudaraku, jangan bergaul dengan orang jelek, agar dirimu tidak termasuk orang  jelek. Bagai jagung berjamaah dengan kerikil.

Jangan seperti jagung yang berjamaah dengan kerikil,
menjadi tidak berharga.
Bila kau berkumpul dengan orang baik,
kau pasti akan ikut-ikutan berbuat baik.
Sebaliknya, bila kau berkumpul dengan orang jelek,
kau juga akan terpengaruh ikut berbuat jelek.

Air menarik air, minyak menarik minyak.
Orang baik menarik orang baik.
Sebagaimana orang jelek menarik orang jelek.
Mengajak orang menuju kebaikan itu sulit sekali.
Tapi menuju kejelekan, tanpa diajak sudah pada ikut sendiri.
Mengajari orang untuk beribadah, dan beramal itu berat sekali.
Tapi berbuat maksiat dan dosa, tanpa belajar sudah pandai.
Mengajari wudlu, sholat, dan baca Qur’an, sulit sekali.
Tapi berjudi, mabuk, selingkuh, otodidak pandai tanpa belajar.

Menyuruh orang mendengar dan melihat kebaikan.
Semua panca inderanya menolak, merasa berat, malas, ngantuk.
Menyuruh orang mendengar dan melihat kemaksiatan.
Semua panca inderanya menerima, semangat, tanpa ngantuk.
Menarik orang menuju ke surga, itu sulit sekali.
Tapi menuju ke neraka, tanpa ditarik, sudah nggelundung sendiri.

Renungan:
Bila ada sebutir jagung jatuh di atas tumpukan kerikil, maka harga jagung akan jatuh serendah harga kerikil. Sebenarnya jagung bisa dijual per kg dengan harga tinggi. Tapi setelah bergabung dengan kerikil, harganya jadi anjlok. Nyaris tidak dihargai orang. Itu sudah menjadi hukum alam. Pandai pandailah dalam bergaul...

Postingan populer dari blog ini

FOKUS

Sebuah Renungan di Akhir 2022

MAKSUD “KEUTAMAAN AL-`ALIM DI ATAS AL-`ABID”

BERTETANGGA DGN DUNIA

NU memiliki kemampuan otoritatif sebagai representasi Islam

 AMAL KEBAIKAN ITU AKAN MENGHIASI SEMUANYA

 PUJIAN ITU MILIK ALLOH

AMAL UNTUK ALLOH