Postingan

Menampilkan postingan dari Januari, 2022

Kemunafikan dan Prostitusi Akademik Oleh Zuly Qodir

Tuntutan atas karya publikasi dan riset yang dialamatkan pada para pendidik-akademisi di negeri ini ternyata berdampak negatif. Para akademisi kemudian mengubah dirinya menjadi “pemburu gelar” dan publikasi dengan berbagai cara yang menempatkan dirinya menjadi seorang munafik dan penjual diri. Fenomena perlombaan menerbitkan artikel pada jurnal-jurnal ternama bereputasi internasional, sekarang benar-benar menjadi pertarungan yang dilakukan para pendidik di perguruan tinggi, baik negeri maupun swasta. Bahkan, di perguruan tinggi swasta, aroma persaingan untuk mampu menerbitkan artikel di jurnal internasional bereputasi benar-benar menjadi “kredo suci” para pimpinan perguruan tinggi, demi mendapatkan pengakuan dari negara dan berbagai lembaga pemberi sertifikat bergengsi dalam bidang akademik. Perguruan tinggi swasta tak akan dilirik publik jika tidak nangkring pada ranking 10 besar perguruan tinggi swasta. Syukur-syukur mampu menyalip ranking perguruan tinggi negeri. Hal ini akan menjad

TIDAK SAMA

... Sabar dan diam itu tidak sama ... Diam itu pasif ... Sabar itu aktif ... Sabar itu diam tubuhnya... Tapi aktif pikirnya ... Diam itu istirahat hatinya ... Tapi aktif akalnya ... Diam, memberi kesempatan Pada akal untuk bekerja Diam, sarana terbaik ... Bagi akal agar bisa berkembang ... Karena akal hanya bisa berkembang ... Dalam diam dan penderitaan... Sabar itu diam sejenak ... Untuk mencari solusi masalah yg dihadapi ... Sabar itu berfikir sejenak ... Mengoreksi diri atas kesalahan yg dilakukan .... Sabar itu tafakur sejenak ... Untuk bangkit kembali atas kegagalan yg dialami ... Alloh bersama orang2 yg sabar .. Orang sabar itu kekasih tuhan ... Dengan sabar banyak diam dan tafakur ... Tafakur sejenak lebih baik daripada ibadah 70 tahun ... Itu yang Alloh suka dari kita ....