Tirakat Mengamalkan Yasin-Fadhilah

Ngaji Suluk II (6)

Tirakat Mengamalkan Yasin-Fadhilah 

"Khasiat lainnya adalah untuk berbagai urusan penting, bacalah surat Yasin 41 kali setelah wudhu dan shalat ba'diyah Isya..." (Syaikh Ahmad Dairabi).

Para pesuluk di jalan Allah, banyak yang mengamalkan untuk membaca berbagai surat atau ayat-ayat tertentu di dalam Al-Qur’an, dan kemudian mereka mengerti saro’irnya. Di antara surat yang diamalkan para ahli hikmah dan para pesuluk untuk melengkapi wirid-wirid mereka adalah Yasin Fadhilah. Istilah Yasin Fadhilah ini digunakan untuk menyebut amalan dengan membaca Surat Yasin, dengan mengulang ayat-ayat tertentu sampai beberapa kali, dan pada setelah ayat-ayat tertentu kemudian bersholawat kepada Nabi Muhammad dan berdoa kepada Allah.

Istilah Yasin Fadhilah ini, saya mendengar dari guru yang mengijazakan Yasin Fadhilah, dan guru ini menamakan amalan ini dengan amalan Yasin Fadhilah; juga dari orang orang di kampung saya yang sering membacanya. Di buku-buku yang beredar dan mencetak amalan ini juga digunakan nama Yasin Fadhilah, sehingga nama ini menjadi populer. Di kalangan ahli wirid, saya juga menemukan penamaan amalan itu dengan Yasin Fadhilah.

Saya menemukan pula, nama Yasin Fadhilah itu dalam Kitab Mujarrobat Imam ad-Dairabi (berjudul Fathul Muluk) yang menyebutkan begini: “Terdapat doa surat Yasin lainnya yang digunakan sebagian ulama untuk berdoa dalam semua perkara penting mereka, yaitu Yasin Fadhilah. Lantaran doa tersebut, mereka mendapatkan ijabat dari Allah segera.” Lalu, Imam ad-Dairabi menyebutkan versi Yasin Fadhilah, yang banyak miripnya dengan yang beredar di masyarakat, hanya sedikit sekali perbedaannya dalam doa-doa.

Sedangkan dalam kitab Khozinatul Asrar susunan Syaikh Haqqi Nazili, saya tidak menemukan istilah Yasin Fadhilah, ketika membahas “Babul Ahadits as-Shahihah al-Waridah fi Fadha’ili Surat Yasin wa Bayani Khawashiha”. Salah satu yang dikemukakan Syaikh Haqqi Nazili adalah pengamalan membaca surat Yasin dengan metode begini:

1. Dimulai ayat 1 (Yasin) dibaca 7, 11, 21, atau 41 kali.

2. Pada ayat “Dzalika taqdirul Azizil Alim” dibaca 14 kali.

3. Pada ayat “Salamun qoulan min Rabir Rahim” dibaca 16 kali.

4. Pada ayat “Awalaisal ladzi…bala” dibaca 4 x.

5. Sampai akhir surat, sampailah terkumpul 41 kali (kalau memakai awal Yasin dengan 7 x); dan yang membaca dengan tartib ini, dengan diulang 7 kali, akan terkabul maksud dan hajatnya (Khazinatul Asrar, hlm. 190).

Sayyid Muhammad al-Maliki tidak menyebut dengan istilah Yasin Fadhilah, dalam kitab Abwabul Faraj (hlm. 99-103), meskipun mengemukakan beberapa versi pengamalan surat Yasin, yang sering dilakukan para ahli riyadhah. Sayyid Muhammad al-Maliki hanya menyebutkan begini: “Dan termasuk dari cara-cara yang telah diujicoba dari orang-orang shalih dalam membaca surat Yasin...”

Dan, yang beredar di Indonesia, banyak menggunakan versi tartib terakhir pengamalan surat Yasin, sebagaimana yang ada dalam kitab Abwabul Faraj itu; dan dalam Mujarbbat ad-Darabi. Untuk tartib ini, yang sering dibaca di Indonesia, Sayyid Muhammad menyebutkan begini: “Dan telah menyebutkan para ulama dengan tartib yang melegakan yang telah dicoba untuk diambil manfaatnya dari barokah surat Yasin ini” (Abwabul Faraj, hlm 105), lalu disebutkan susunannya sebagaimana susunan yang beredar di Indonesia.

Ada beberapa riwayat hadits yang mengisyaratkan adanya contoh yang diperbuat Nabi Muhammad, ketika membaca ayat tertentu, lalau berdoa yang berhubungan dengan kandungan ayat itu. Di antara hadit-hadits ini, disebutkan di antaranya dalam Shahih Muslim (No. 772), dari riwayat sahabat Hudzaifah; dan Sunan Abu Dawud (No. 873), dari riwayat sahabat Auf bin Malik.

Dalam versi yang dikeluarkan Abu Dawud disebut begini:

“Dari Auf bin Malik al-Asyja`i berkata: “Saya mendirikan/mengerjakan sholat bersama Rasulullah shollallohu `alaihi wasallam pada suatu malam, maka beliau membaca surat Al-Baqarah, beliau tidak melewati sebuah ayat rahmah (yang membicarakan kasih sayang) kecuali berhenti dan memohon; dan beliau tidak melewati ayat adzab (yang membicarakan tentang siksaan) kecuali berhenti dan memohon perlindungan…” (HR. Abu Dawud, No. 873).

 Atas dasar contoh dari Nabi itu, difahami oleh sebagian ulama, di antaranya ada yang menyunahkan, ketika membaca ayat-ayat tertentu, misalnya ayat yang membicarakan kasih sayang, berhenti sejenak dan memohon sesuatu; dan ketika  membaca ayat-ayat yang berisi siksaan, berhenti sejenak dan memohon perlindungan. Dengan demikian, para pengamal Yasin Fadhilah, berusaha menghidupkan tradisi ini, dan dalam tajribat mereka, ternyata terdapat banyak saro’ir yang ditemukan.
 
Sementara membaca surat Yasin sebagai wirid dalam kehidupan para pesuluk, banyak sekali hadits yang menyebutkan itu, di antaranya, yang disebutkan dalam kitab Abwabul Faraj (Sayyid Muhammad al-Maliki), Khazinatul Asrar (Sayyid Haqqi an-Nazili), Mujarrobat ad-Dairabi (Fathul Mulukil Majid), Syumusul Anwar wa Kunuzul Asrar al-Kubra (al-Maghrabi), dan lain-lain. 

Saya akan mengutip sedikit yang diambil dari Tafsir Durrul Mantsur fit Tafsir bil Matsur (jilid III: 130 dan seterusnya), karanga Imam Jalaluddin as-Suyuthi:

1. “Sesungguhnya setiap sesuatu itu memiliki hati dan hati Al-Qur’an adalah Yasin. Dan barangsiapa membaca surat Yasin, Allah mencatat bacaan itu baginya sebagai membaca Al-Qur’an 10 kali” (dari jalan sahabat Anas, dikeluarkan oleh Imam at-Tirmidzi, ad-Darimi, dan al-Baihaqi, dan Muhamamd bin Nashar).

2. “Barangsiapa membaca surat Yasin pada malam hari ibtigho’a wajhillah, diampuni (dosa-dosanya) pada malam itu” (dari jalan Abu Hurairah, diriwayatkan ad-darimi, Abu Ya’la, al-Baihaqi, dan ath-Thabrani).

3. “Yasin itu hati Al-Qur’an, seorang hamba tidak membacanya untuk mencari kehidupan akhirat, kecuali diampuni atasnya dosa-dosa yang telah lalu, dan bacakanlah Yasin atas orang-orang yang mati di antara kamu” (dari jalan sahabat Ma’qil bin Yasar, diriwayatkan Imam Ahmad, ath-Thabrabni, al-Hakim, al-Baihaqi, Ibnu Hibban, Abu Dawud, Ibnu Majah dan Muhammad bin Nashar).

4. "Barangsiapa yang memudawamahkan membaca surat Yasin setiap malam, kemudian meninggal maka matinya syahid" (dari jalan sahabat Anas, diriwayatkan Imam ath-Thabrani, al-Khathib dan Ibnu Marduyah).

5. "Barangsiapa membaca surat Yasin di pertengahan siang, maka dicukupi kebutuhannya” (dari jalan sahabat Atha’ bin Yasar, diriwayatkan ad-Darimi).

6. "Tidak ada, siapa saja di antara orang yang meninggal yang disisinya dibacakan surat Yasin, kecuali Allah meringankan atasnya" (dari jalan Abu Darda’, riwayat Ibnu Abid Dunya).

7. "Barangsiapa yang membaca surat Yasin tatkala pagi, ia diberi kemudahan hari-harinya itu sampai sore; dan barangsiapa yang membacanya di tengah malam dia diberi kemudahan malamnya sampai shubuh (pagi)” (dari jalan sahabat Ibnu Abbas, riwayat ad-Darimi).

8. "Surat Yasin disebut dalam Taurat dengan al-Mu`immah, yang menyeluruh bagi pembacanya dengan memperoleh kebaikan dunia akhirat, mencegah musibah dunia dan huru hara akhirat. Dan surat Yasin dinamakan juga ad-Dafi’ah dan al-Qadhiyah yang berfadhilah menolak bagi pembacanya, segala keburukan dan mengabulkan segala hajat. Siapa saja yang membacanya, mendapatkan 10 pahala haji; yang mendengarkannya mendapatkan pahala seperti orang menginfakkan 1000 dinar di jalan Allah; siapa saja yang menulis  dan meminumnya dapat menyebabkan masuknya 1000 obat, 1000 yaqin, 1000 berkah, 1000 rahmat, dan pembaca surat Yasin dapat menghilangkan segala hasud dan segala penyakit lainnya” (dari jalan sahabat Abu Bakar as-Shiddiq, diriwayatkan Ibnu Dharis, al-Baihaqi. Ibnu Marduyah, dan al-Khatib; tetapi al-Baihaqi dikutip as-Suyuthi menyebut ada salah satu jalan riwayatnya yang munkar).

9. "Barangsiapa yang mendengarkan surat Yasin baginya dihitung (pahalanya seperti menginfakkan) 20 dinar di jalan Allah; dan barangsiapa yang membaca surat Yasin baginya dihitung (mendapatkan sama dengan pahala) 20 haji; barangsiapa yang menulisnya dan meminumnya masuk ke dalamnya 1000 yaqin, 1000 nur, 1000 berkah, 1000 rahmat, 1000 rizqi, dan dapat menghilangkan segala penyakit” (dari jalan sahabat Ali, diriwayatkan al-Khatib).

Dilihat dan berbagai riwayat ini, tirakat melalui amalan surat Yasin banyak sekali faedahnya. Sementara pendapat para ahli hikmah, banyak di antaranya dituturkan dalam kitab-kitab hikmah, dengan berbagai metodenya. Metode yang berdar di Indonesia, banyak mengambil dari tartib susunan seperti yang ada dalam kitab Abwabul Faraj dan Mujarrabat ad-Darabi; dan perbedaan-perbedaan sedikit dalam doa, adalah wajar. 

Tentang pamungkasnya, ada banyak variasi doa, dan doa yang beredar di Indonesia  banyak yang mengambil dari doa membaca surat Yasin dari Imam Abdullah bin Alwi al-Haddad, yang doa ini juga disebutkan dalam kitab Abwabul Faraj, dan menjadi doa dalam Ratib al-Atasy. 

Setelah itu ada yang menutupnya dengan menambah berbagai sholawat yang diijazahkan oleh guru pengijazah: Sholawat Kubra (sholawat Imam Junaid al-Baghdadi), Sholawat taj`aluna min Ahlil Ilmi (Sholawat Syaikhona Kholil Bangkalan), Sholawat Nuril Anwar (Sholawat Sayyid Ahmad al-Badawi), Sholawat Tamla’ (Sholawat Syaikh Imam Maghfuro), dan sholawat bi `adadi anwa`ir rizqi wal futuhat (Sholawat Syaikh Zainuddin al-Malibari). 

Bagi para pesuluk, memohon sesuatu kepada Allah sangat disadari diperlukan menggunakan adab. Dan, adab yang dilakukan adalah dengan laku tirakat. Di antara mereka ada yang menggunakan amalan Yasin Fadhilah ini. Wallohu a’lam.

Nur Khalik Ridwan
Pembina Yayasan Bumi Aswaja dan Pengasuh Pesantren Bumi Cendekia Yogyakarta 

Postingan populer dari blog ini

FOKUS

Sebuah Renungan di Akhir 2022

MAKSUD “KEUTAMAAN AL-`ALIM DI ATAS AL-`ABID”

BERTETANGGA DGN DUNIA

NU memiliki kemampuan otoritatif sebagai representasi Islam

 AMAL KEBAIKAN ITU AKAN MENGHIASI SEMUANYA

 PUJIAN ITU MILIK ALLOH

AMAL UNTUK ALLOH