Postingan

Menampilkan postingan dari Desember, 2017

Hadits Bendera dan Panji-Panji

1. Hadits-hadits tentang liwa’ (bendera) dan royah (panji-panji), konteksnya adalah dalam perang.  Imam al-Bukhori memasukkan ini dalam bab “al-Jih├ód was Siyar”, sehingga dimasukkan dalam konteks perang, dan di antaranya menyebutkan: “Bahwa sesungguhnya Qois bin sa`ad al-Ansori itu shohibu liwa’ir Rasul.” (No. 2974); lalu ada hadits lain, tentang liwa’ di No. 2975, tetapi tidak berkaitan dengan warna liwa’ atau warna royah. Dengan melihat itu, dapat difahami, mereka yang menampilkan liwa’ dan royah, apakah ini bisa dianggap  “mereka membawa spirit “perang” dan sedang berpikirsedang menghadapi musuh.” Dalam konteks ini adalah bangsa Indonesia, NKRI dan Pancasila dan umat Islam yang mendukung eksistensi berdirinya Indonesia, mayoritas al-Jamaah di dalam himpunan kaum muslimin. Dan apakah berarti mereka tidak menghargai pendapat al-Jama’ah dan lebih memilih menyempal dari al-Jama’ah untuk mendirikan selain bangsa ini? 2. Bentuk Liwa’ dan Royah di “Peperangan Nabi” Ibnu Bathol, pensyarah S