Postingan

Menampilkan postingan dari Juli, 2017

NGAJI BARENG #20

Dzikron Katsiro dan Dzikir Huwalloh ketika Sakratul Maut Alloh ngendiko wonten al-Qur’an: Ya ayyuhalladzina amanudz kurulloha dzikron katsiro. Artosipun, hai orang-orang yang beriman, berdzikirlah kepada Alloh dengan dzikir yang banyak. QS. al-Ahzab, ayat 41. Kanjeng Nabi ngendiko: Laqqinu mautakum lailaha illalloh. Artosipun: ajarilah -talqinlah- orang-orang yang meninggal di antara kamu dengan La ilaha illaloh HR. Muslim, No. 916. Ayat yang lain, yang sama artinya dengan perintah untuk berdzikir kepada Alloh dengan sebanyaknya ada di QS. Al-Anfal ayat 45. Ayat di atas menurut Imam Mawardi dalam kitab tafsir an-Nukat wal `Uyun memiliki dua arti: bilqalbi dan billisan, dzikir yang mendorong orang untuk senantiasa hidupnya taat kepada-Nya dan menjauhi larangan-Nya (an-Nukat Wal-Uyun, IV: 409). Ingat kepada Alloh itu bermakna, bisa sampai menimbulkan kesadaran mengetahui, memahami, dan ma’rifat kepada Alloh, akan nama-nama-Nya, sifat-sifat-Nya, af`al-Nya, dan Dzatnya yang Esa; karenanya